Semalam
Semenjak aku menulis ini, banyak sekali hal yang terjadi. Dari sekian banyak hal itu, ternyata selama ini aku salah mengartikan ditinggalkan dan meninggalkan. Aku selama ini selalu merasa ditinggalkan, dengan berbagai cara. Padahal aku sendiri yang memilih untuk meninggalkan, dengan berbagai sikap yang aku tunjukkan. Aku tidak pernah berani menyebut diriku yang meninggalkan, karena menurutku yang meninggalkan adalah tokoh yang jahat, tak berperasaan, tak memikirkan orang lain. Tapi ternyata aku salah. Padahal sudah lama aku mengenal kalimat “sakit bukan hanya milik yang ditinggalkan, tapi juga milik yang memilih untuk pergi”. Meninggalkan bukan konotasi buruk. Meninggalkan harusnya wajar dan lumrah. Meninggalkan bukan berarti ia tak lagi sayang. Dan kita semua pasti akan ditinggalkan, entah kapan atau dengan cara yang seperti apa.
Terima kasih kepada seseorang yang telah menjelaskan ini kepadaku, ditengah keadaan yang sedang tidak beres. Aku sayang kamu.
Komentar
Posting Komentar